Presiden RI keluarkan 9 Hukum: PLT Desa Barang Mamase Pimpin Gugus Tugas perangi Covid-19

DJITOE.COM, TAKALAR-Keseriuasan Pemerintah Pusat terkait penanganan Coviid-19 terlihat dalam jangka waktu satu bulan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan 9 produk hukum terkait penanganan wabah virus corona (COVID-19).


Jokowi mengeluarkan 4 buah Keputusan Presiden (Keppres), 2 buah Peraturan Presiden (Perpres), sebuah Peraturan Pemerintah (PP), sebuah Instruksi Presiden (Inpres) dan sebuah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait perang melawan virus corona.

Tindak lanjut dari Program Pemerintah Pusat dalam hal memutus mata Rantai Covid-19 ditindak lanjuti dengan Serius oleh Plt Kades Barang Mamase Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar,

Plt Kades Sakri SE, bekerja sama dengan TNI/Polri, ketua BPD, perangkat desa, para kepala Dusun, kader kesehatan, kader kebersihan, dan kader keamanan, beserta seluruh toko masyarakat Desa Barang mamase terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan perang terhadap Covid-19 sesuai Instruksi Presiden.

Pembagian masker dan hensanitaiser kemasyarakat dengan turun langsung kejalan disertai Penyemprotan Desinfektan kerumah-rumah Warga sekaligus memberikan pemahaman kemasyarakat tentang Cara Efektif mengatasi Wabah Virus Corona menjadi agenda Utama Ketua Gugus Tugas Pejabat Kepala Desa.

Sakri SE saat bersama masyarakat menghimbau dan meminta agar tetap menjaga jarak aman untuk memutus rantai penularan virus. Menjaga jarak aman antar orang (social distancing) dan mengontrol seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu wilayah yang dinilai sangat efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.tutup Sakri SE

Sumber: Nompo

Terobosan Brilian Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar

djitoe.com, Takalar- Setiap Hari Selama Musim panen, Puluhan Ton Gabah kering Petani Takalar terkirim kedaerah Lain disulsel

Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan yang merupakan terjemahan dari “food security” mencakup banyak aspek yang luas sehingga setiap orang mencoba menterjemahkan sesuai dengan tujuan dan ketersediaan data.

Diiungkapkan Oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, H. MUHAMMAD HASBI, S.STP, M.A.P, bahwa defisini ketahanan pangan berubah dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya, sebab Ketahanan pangan lebih banyak memberikan kebijaksanaan di bidang sosial seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, gizi, sekaligus PAD dan lain-lain.

Sehingga Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Takalar kedepan perlu lebih giat dan kerja keras lagi dalam meningkatkan hasil Produksi Tanaman Pangan termasuk “PADI dan JAGUNG” sebagai Industri Pangan Unggulan Kabupaten Takalar,

Kita tentu harus lebih Cerdas lagi dalam membuat sebuah Rumusan dan Formulasi guna mengontrol ketersediaan Pangan yang Terintegrasi dalam Wilayah Kabupaten Takalar dan Provinsi Sulawesi Selatan Umumnya, ungkap H Bantang

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan dan seluruh Jajarannya mengajak kepada seluruh Petani Milenial sekabupaten Takalar, bahwa terkait Otonomi Daerah tentang kemandirian Pangan sangat ditentukan oleh seberapa Hebat kita semua memahami ketahanan Pangan itu sendiri, tata laksana lahan Pertanian, sistem pembuatan Lumbung dan sarana Industri pangan untuk menuju Industri Pangan skala Nasional sehingga Hasil Pertanian Kabupaten Takalar mampu menjadi Industri Mandiri dan berdaya saing dengan Daerah lain di seluruh Wilayah Republik Indonesia

Kondisi ini kemudian menjadi Spirit baru dan sangat Relevan atas upaya Pemerintah Daerah yang berjibaku mengatasi situasi di Pra kondisi sejak memasuki musim Tanam sampai pada titik tersulit ketika Petani membutuhkan Pupuk dan Pestisida, semua ini tidak terlepas dari Kajian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta DPRD Kabupaten Takalar yang terimplementasi kedalam sebuah konsep kemandirian Daerah menuju Takalar unggul dan sejahtera.

Atas Upaya ini Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Takalar di musim Panen Padi Tahun ini Sudan mendistribusikan Gabah Kering kedaerah lain sebagai bagian dari perimbangan ketahan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan yang tentu dilandasi oleh Data kontrol Induatri Lokal dan laju distribusi Hasil pertanian yang kedepan kembali menjadi Obyek konstribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Takalar

Dalam Pantauan Media lensa-naga.com dilapangan mengungkapkan , bahwa langkah yang ditempuh Pemerintah Daerah sudah kelihatan secara Nyata dalam hal peningkatan penyediaan sarana dan Prasarana terkait ketahanan Pangan, baik dari pemamfaatan alat Pertanian, pemamfaatan pangan Lokal maupan dalam Pemgelolaan skala Industri Nasional secara Intensif, sehingga menjadi penilaian Positif Masyarakat terhadap langkah dan Terobosan Brilian atas Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar,.(Haeruddin Nompo)