Presiden RI keluarkan 9 Hukum: PLT Desa Barang Mamase Pimpin Gugus Tugas perangi Covid-19

DJITOE.COM, TAKALAR-Keseriuasan Pemerintah Pusat terkait penanganan Coviid-19 terlihat dalam jangka waktu satu bulan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan 9 produk hukum terkait penanganan wabah virus corona (COVID-19).


Jokowi mengeluarkan 4 buah Keputusan Presiden (Keppres), 2 buah Peraturan Presiden (Perpres), sebuah Peraturan Pemerintah (PP), sebuah Instruksi Presiden (Inpres) dan sebuah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait perang melawan virus corona.

Tindak lanjut dari Program Pemerintah Pusat dalam hal memutus mata Rantai Covid-19 ditindak lanjuti dengan Serius oleh Plt Kades Barang Mamase Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar,

Plt Kades Sakri SE, bekerja sama dengan TNI/Polri, ketua BPD, perangkat desa, para kepala Dusun, kader kesehatan, kader kebersihan, dan kader keamanan, beserta seluruh toko masyarakat Desa Barang mamase terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan perang terhadap Covid-19 sesuai Instruksi Presiden.

Pembagian masker dan hensanitaiser kemasyarakat dengan turun langsung kejalan disertai Penyemprotan Desinfektan kerumah-rumah Warga sekaligus memberikan pemahaman kemasyarakat tentang Cara Efektif mengatasi Wabah Virus Corona menjadi agenda Utama Ketua Gugus Tugas Pejabat Kepala Desa.

Sakri SE saat bersama masyarakat menghimbau dan meminta agar tetap menjaga jarak aman untuk memutus rantai penularan virus. Menjaga jarak aman antar orang (social distancing) dan mengontrol seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu wilayah yang dinilai sangat efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.tutup Sakri SE

Sumber: Nompo

Terobosan Brilian Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar

djitoe.com, Takalar- Setiap Hari Selama Musim panen, Puluhan Ton Gabah kering Petani Takalar terkirim kedaerah Lain disulsel

Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan yang merupakan terjemahan dari “food security” mencakup banyak aspek yang luas sehingga setiap orang mencoba menterjemahkan sesuai dengan tujuan dan ketersediaan data.

Diiungkapkan Oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, H. MUHAMMAD HASBI, S.STP, M.A.P, bahwa defisini ketahanan pangan berubah dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya, sebab Ketahanan pangan lebih banyak memberikan kebijaksanaan di bidang sosial seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, gizi, sekaligus PAD dan lain-lain.

Sehingga Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Takalar kedepan perlu lebih giat dan kerja keras lagi dalam meningkatkan hasil Produksi Tanaman Pangan termasuk “PADI dan JAGUNG” sebagai Industri Pangan Unggulan Kabupaten Takalar,

Kita tentu harus lebih Cerdas lagi dalam membuat sebuah Rumusan dan Formulasi guna mengontrol ketersediaan Pangan yang Terintegrasi dalam Wilayah Kabupaten Takalar dan Provinsi Sulawesi Selatan Umumnya, ungkap H Bantang

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan dan seluruh Jajarannya mengajak kepada seluruh Petani Milenial sekabupaten Takalar, bahwa terkait Otonomi Daerah tentang kemandirian Pangan sangat ditentukan oleh seberapa Hebat kita semua memahami ketahanan Pangan itu sendiri, tata laksana lahan Pertanian, sistem pembuatan Lumbung dan sarana Industri pangan untuk menuju Industri Pangan skala Nasional sehingga Hasil Pertanian Kabupaten Takalar mampu menjadi Industri Mandiri dan berdaya saing dengan Daerah lain di seluruh Wilayah Republik Indonesia

Kondisi ini kemudian menjadi Spirit baru dan sangat Relevan atas upaya Pemerintah Daerah yang berjibaku mengatasi situasi di Pra kondisi sejak memasuki musim Tanam sampai pada titik tersulit ketika Petani membutuhkan Pupuk dan Pestisida, semua ini tidak terlepas dari Kajian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta DPRD Kabupaten Takalar yang terimplementasi kedalam sebuah konsep kemandirian Daerah menuju Takalar unggul dan sejahtera.

Atas Upaya ini Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Takalar di musim Panen Padi Tahun ini Sudan mendistribusikan Gabah Kering kedaerah lain sebagai bagian dari perimbangan ketahan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan yang tentu dilandasi oleh Data kontrol Induatri Lokal dan laju distribusi Hasil pertanian yang kedepan kembali menjadi Obyek konstribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Takalar

Dalam Pantauan Media lensa-naga.com dilapangan mengungkapkan , bahwa langkah yang ditempuh Pemerintah Daerah sudah kelihatan secara Nyata dalam hal peningkatan penyediaan sarana dan Prasarana terkait ketahanan Pangan, baik dari pemamfaatan alat Pertanian, pemamfaatan pangan Lokal maupan dalam Pemgelolaan skala Industri Nasional secara Intensif, sehingga menjadi penilaian Positif Masyarakat terhadap langkah dan Terobosan Brilian atas Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar,.(Haeruddin Nompo)

SP 1 Pemberhentian Perangkat Desa Topejawa, Dinilai Tidak Kuat Karena Tak Lain Merupakan Suatu Peringatan

DJITOE.COM, Takalar, Selain diduga melanggar Aturan Permendagri No. 67 Tahun 2017, Plt Kades Topejawa Anwar juga dinilai memberhentikan perangkat desa yang tidak logis.

Pasalnya, plt kades yang baru menjabat kurang lebih seminggu dan langsung mengeluarkan Surat Peringatan 1, (SP 1) per tanggal 30 Maret 2020 sampai berdampak pemberhentian perangkat Desa, itu masih dinilai belum kuat apalagi belum sampai di SP 3.

Selain SP 1 yang merupakan suatu bentuk tujuan pembinaan, saat ini pun rekomendasi dari kecamatan masih dipertanyakan keberadaannya atas syarat-syarat yang berlaku dalam pemberhentian dan pengangkatan Perangkat Desa.

Seiring itu, agar kiranya dapat mendesak pengadilan tata negara dapat berkoordinasi Ke Ombudsman untuk mengusut tuntas aturan yang telah dilabrak Plt Kades Topejawa.

Sampai berita ini terpublis, Camat Mangarabombang selaku penentu kebijakan belum dimintai keterangannya untuk kejelasan pemberhentian dan pengangkatan Perangkat Desa Topejawa yang diduga menuai polemik.

Pewarta: Rudi

Penilaian,Ombudsman RI Pemerintah Lampung Timur mendapatkan zona hijau

Djitoe, Lam-tim dan Jakarta – Meski telah memasuki akhir tahun 2019, namun tak menyurutkan kinerja Pemerintah Lampung Timur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya, hal itu terbukti dengan berhasilnya Kabupaten Lampung Timur masuk dalam Zona Hijau atau Predikat Kepatuhan Tinggi menurut penilaian Ombudsman RI.

Penilaian itu disampaikan oleh Lembaga Negara pengawas pelayanan publik Ombudsman RI dalam acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik tahun 2019 di Grand Ballroom, JS Luwansa Hotel Jakarta, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22, Jakarta, Rabu Lalu (27/11/2019). Sebagai perbandingan, pada tahun 2018 penilaian yang sama juga dilakukan, yang mana saat itu Kabupaten Lampung Timur berada di Zona Kuning atau kategori sedang dengan nilai rata-rata 79,73. Nilai itu sendiri telah mendekati nilai untuk zona hijau yakni 81.

Mengetahui akan prestasi tersebut, selaku orang nomor satu di Lampung Timur, Hi. Zaiful sampaikan terimakasih terhadap penilaian yang telah dikeluarkan oleh Ombudsman RI dan berharap hal ini akan berdampak baik bagi Kabupaten Lampung Timur. “Atasnama masyarakat dan Pemerintah Lampung Timur menghaturkan ucapan ribuan terimakasih atas penilaian dari Ombudsman bahwa Pemerintah Lampung Timur mendapatkan zona hijau ini pertanda Lampung Timur akan semakin baik dan ini adalah yang pertama bagi Lampung Timur sejak Lampung Timur berdiri insyallah mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi”.

Sebagai informasi, Survei Kepatuhan tahun ini dilakukan terhadap 4 kementerian, 3 lembaga, 6 pemerintah provinsi, 36 pemerintah kota dan 215 pemerintah kabupaten. Survei yang telah dilakukan secara rutin sejak tahun 2015 ini bertujuan untuk mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

Mekanisme pengambilan data survei Kepatuhan dilakukan dengan mengamati tampakan fisik, observasi secara mendadak, dan bukti foto. Periode pengambilan data dilakukan secara serentak pada bulan Juli dan Agustus 2019. Sedangkan total produk layanan yang disurvei pada tahun ini sebanyak 17.717 dan jumlah unit layanan yang disurvei sebanyak 2.366.(red)

BACAAN RINGAN UNTUK PARA PELAJAR HAKEKAT

DJITOE.COM, sejarah-“Seseorang menemukan kepompong/seekor kupu-kupu,”Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.


Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.
Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut.


Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu.


Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.
Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidak mengertiannya bahwa kepompong yg menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu berpindah ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi kuat, dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.


Kadang-kadang pejuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.


Saya memohon Kekuatan ….. Dan Tuhan memberi saya Kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran …. Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.


Saya memohon Keteguhan hati … Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Kasih sayang…. Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.


Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati…. Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan dan tantangan untuk diatasi.
Saya tidak memperoleh yg saya inginkan……. Tetapi … Saya mendapatkan segala yang saya butuhkan. (Sewow Jaman)

ASAL USUL MARGA WAY LIMA

djitoe-sejarah-Marga WAY LIMA adalah salah satu Marga di Lampung yang beradat Sai batin dan termasuk Subsuku Lampung Pesisir/Peminggir Pemanggilan (Teluk Semaka Timur). Wilayah Marga Way Lima membentang dari Gunung Terang Kecamatan Bulok (Tanggamus), Pardasuka (Pringsewu), Kedondong, Way lima sampai Suka Marga Kecamatan Gedong Tataan (Pesawaran).

Dulu penamaan wilayah ini berdasarkan nama Way (sungai)yang mengalir di daerahnya masing-masing di antaranya : Way Bulok, Way Mincang, Way, Penengahan, Way Kedondong, Way Tabak, Way Awi, Way Padang Ratu dan lain-lain. Tetapi sejak Belanda Menetapkan nama-nama Kemargaan di Lampung sekitar tahun 1930-an untuk membentuk wilayah pemerintahan berbentuk “Negeri”, maka diambillah nama “Way Lima” yang merujuk dari nama lima Way (sungai) yang airnya tidak surut sepanjang tahun walaupun kemarau panjang. Nama sungai-sungai tersebut antara lain adalah WAY BULOK, WAY MINCANG, WAY KEDONDONG, WAY TABAK dan WAY AWI.

Asal-usul nenek moyang lampung pesisir di daerah Way Lima adalah berasal dari Kerajaan Sekala Bekhak Kuno (Lamasa Kapampang, Tanoh Unggak) di sekitar belalau Lampung Barat yang dikenal dengan Buay Tumi. Setelah Islam masuk ke Sekala Bekhak kuno, maka penduduk belalau melakukan migrasi ke Batu Brak lalu ke Krui. Di Krui mereka menempati wilayah seperti Pedada, laay, Way Sindi, Bandar dan Tenumbang. Karena daerah Krui beberapa kali di serang oleh Bajak Laut (Bajau/Lanum) yang datang dari arah Barat (Lautan) dan Utara (Palembang), maka sebagian besar dari penduduknya memilih melakukan migrasi ke Teluk Semaka terutama Sekitar Kota Agung bagian Timur sampai daerah Cukuh Balak sekarang. Sebagian keturunannya meneruskan perjalanan dari Cukuh Balak ke Teluk Lampung, Way Handak (Darah Putih) dan Labuhan Maringgai (Melinting). Mungkin bergabung dengan keturunan dari buay-buay lain yang lebih dahulu ada di sana.

Terdapat Lima Kelompok yang mendirikan sistem kepunyimbangan adat Sai Batin di daerah Cukuh Balak yang dikenal dengan “Bandakh”. Karena terdapat Lima Kebandakhan tersebut, maka dikenal dengan “BANDAKH LIMA” diantaranya Seputih, Sebadak, Selimau, Sepertiwi dan Sekelumbayan. Didalam kebandaran terdapat beberapa Buay (Kelompok Keturunan) seperti : SEPUTIH (Buay Semenguk Humakhadatu Muara Way Tenumbang, Buay Semenguk Tamba Kukha Mandol, Buay Semenguk Hulu Dalung, Buay Semenguk Hulu Lutung, Buay Akhong Darah Putih , Buay Pematu Penggawa Lima dan Buay Pemuka), SEBADAK (Buay Tengklek Mesindi Olok Pandan), SELIMAU (Buay Tungau Pugung, Buay Babok Pugung dan Buay Khandau Pugung), SEPERTIWI (Buay Sekha/Sikha, Buay Samba dan Buay Aji Darah Putih) dan SEKELUMBAYAN (Buay Betawang, Buay Gagili Balau dan Buay Bakhuga). Kedatangan kelompok buay-buay tersebut tidak serta merta, tetapi datang bertahap sehingga kebandarannya terdapat dua : Bandakh Unggak (Hulu) dan Bandakh Doh (Hilir).

Sebagian besar keturunan Bandar Unggak banyak membuka daerah di pedalaman menjauhi pesisir laut, sehingga daerah-daerah yang baru tersebut menjadi cikal-bakal daerah yang sekarang dinamakan Way Lima, Gunung Alif dan Talang Padang. Terlebih sejak peristiwa Gunung krakatau meletus Tahun 1883, memaksa sebagian besar keturunannya pindah ke daerah yang telah di rintis tersebut. Maka lama kelamaan daerah yang baru tersebut semakin banyak penduduknya dan lebih berkembang di bandingkan daerah di pesisir pantai di Teluk Semaka bagian Timur karena dilalui jalan raya yang menghubungkan Teluk Betung dan Kota Agung yang dibangun oleh Belanda. Masa keemasan “Way Lima” terjadi sekitar tahun 1960-an sampai tahun 1980-an ketika hasil perkebunan dan pertanian menjadi mata pencarian utama dari penduduknya diantaranya cengkeh, lada, kopi dan padi yang didukung oleh adanya Pelabuhan Hasil Bumi di Teluk Betung. Diberitakan bahwa dulu harga 1 Kg Cengkeh seharga 1 Gram emas. Sehingga penduduk Wilayah Marga Way Lima menjadi salah satu penduduk Lampung yang terkaya waktu itu.(lesasejarah)

Misteri Tongkat Bung Karno

djitoe.com-Benarkah tongkat Bung Karno itu sakti? Benarkah tongkat itu pula yang menjadi penyelamat Bung Karno dari beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya?

Spekulasi tentang hal ini tidak pernah habis-habisnya diperbincangkan orang. Bahkan hingga kini banyak pelaku spiritual yang berusaha memburu tongkat itu setelah Bung Karno tiada. Menurut pendapat sejumlah ahli kebhatinan, tongkat Bung Karno itu terbuat dari galih pohon asem pilihan yang sudah berusia ratusan tahun. Konon, si pembuatnya harus melakukan tapa brata berhari-hari. Dalam tapanya tersebut si pembuat mendapat wangsit bahwa bila tongkat itu selesai kelak, hanya satu orang yang paling cocok memakainya, yakni Bung Karno.

Sebuah sumber lain menyebutkan, sesungguhnya bukan tongkat itu yang memiliki kekuatan, melainkan sebilah keris kecil yang ada di dalam tongkat tersebut. Konon, keris itu merupakan warisan dari leluhur ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, dari Buleleng (Singaraja), Bali. Keris itu secara turun temurun digunakan oleh keluarga Bale Agung, yang masih keturunan Raja Buleleng dalam melawan Belanda.

Pusaka keluarga ini konon telah mencabut belasan nyawa orang Belanda, baik semasa digunakan kakek Rai Srimben, maupun setelah diwariskan kepada ayahnya, Nyoman Pasek. Kakek Bung Karno inilah yang mewariskan keris ini kepada Rai Srimben dengan pesan, keris itu harus diserahkan kepada anak laki-lakinya kelak.
(Bung Karno, Saya Berdarah Bali. Harian Nusra)

#LensaSejarah

SMP IT Al Izhar School Pekanbaru’Bersama Menuju Sekolah Bermutu

djitoe.com-Pekanbru, 03 Agustus 2019
Kegiatan ini ditaja oleh SMP IT Al Izhar School Pekanbaru dengan tema “Bersama Menuju Sekolah Bermutu”


SMP Islam Terpadu Al Izhar School merupakan sekolah islam swasta yang berakreditasi A, SMP IT Al Izhar School dibawah naungan Yayasan Daar En Niswah yang di bina langsung oleh Ibunda Drs. Hj. Rosnaniar, M.si.

Acara dibuka oleh kepala sekolah Dewi Santri,S.Pd, ia mengatakan mari kita menjadi guru yang profesional untuk mendidik generasi muda kita, mari kita sama-sama menyerap ilmu yang diberikan oleh pemateri nantinya. Adapun pemateri yang dihadirkan oleh SMP IT ialah Februartati, M.Pd merupakan guru berprestasi sekaligus pengawas sekolah SMP di Kota Pekanbaru,

Provinsi Riau khususnya. Ada 4 poin penting dalam menuju sekolah yang bermutu yaitu gerakan literasi sekolah sangat penting dilaksanakan disekolah tidak hanya sekolah tapi harus diterapkan di dalam kelas, Pendidikan karakter,

Kurikulum K13 dan Delapan standar nasional. Seorang guru harus bisa memanfaatkan barang bekas untuk pembelajaran sehingga proses pembelajaran tidak ada kendala sama sekali. Seorang guru harus kreatif dan inovatif himbaunya. (red-satria)

Enam Fakta Penting FARC-EF

djitoe.com

Lima puluh dua tahun lalu Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Rakyat lahir. Kekuatan ini muncul di tengah dunia yang penuh ancaman terhadap gerakan sosial yang berkomitmen terhadap kesetaraan dan melawan intervensi asing.

Saat ini FARC-EP memiliki 13.892 anggota yang terdiri dari 6.382 kombatan dan 7.510 anggota yang menjadi bagian dari jaringan pendukung.

Sekarang proses perdamaian antara FARC-EP dan pemerintah Kolombia sedang menjalani masa puncaknya sehingga menjadi perhatian dunia. Terkait itu berikut kami turunkan tulisan mengenai beberapa fakta penting FARC-EP yang disarikan dari Telesur dan sumber lainnya.

1. Awal mula: Dalam Perburuan

FARC-EP diluncurkan tahun 1964 oleh kelompok petani, setelah ratusan ribu orang terbunuh dalam periode paling penuh kekerasan dalam sejarah Kolombia yang dikenal dengan “La Violencia.”

farc-1

Pemerintah Amerika Serikat coba untuk menghancurkan gerakan dan kekuatan Kiri di seluruh kawasan Amerika Latin dan Karibia pada dekade 1960-an.

Setiap ungkapan kerakyatan yang menginginkan reformasi system ekonomi, sosial dan politik dipandang sebagai ancaman komunis yang harus dimusnahkan.

Di sisi yang lain, Kolombia menjalani salah satu momentum paling berat dalam sejarahnya. Kepemilikan lahan condong memihak golongan kaya dengan subsidi kepada pemilik tanah besar yang mengorbankan rakyat miskin. Ribuan petani digusur dari tanahnya.

2. Politik: Kekuasaan untuk Rakyat

farc-2

Tujuan utama dari FARC-EP adalah merebut kekuasaan politik di negeri tersebut melalui jalan pemberontakan dan perjuangan bersenjata.

Mereka melawan kapitalisme, imperialism, neoliberalisme, perang, penghancuran lingkungan hidup, patriarki dan segala bentuk diskriminasi. Mereka percaya pada integrasi kawasan Amerika Latin dan Karibia, serta hak menentukan nasib sendiri bagi semua bangsa.

3. Kekuatan Asing

farc-3

Amerika Serikat dan Kolombia menganggapnya sebagai organsiasi teroris, tapi bagi sebagian negara Amerika Latin mereka bukan teroris, termasuk Ekuador, Brasil dan Venezuela. Mendiang Presiden Hugo Chavez meminta penguasa Kolombia untuk mengakuinya sebagai sebuah kekuatan militer dalam rangka memulai penyelesaian konflik.

Amerika Serikat mengkritik keras kelompok ini terutama atas penggunaan taktik kekerasan, namun sama sekali diam atas keberadaan kekuatan paramiliter (sayap kanan) di Kolombia dan kekejaman mereka. Di akhir 1990-an pemerintah Amerika Serikat dan Kolombia meluncurkan program Plan Colombia, sebuah rancangan pembiayaan AS untuk menyingkirkan kekuatan-kekuatan Kiri di Kolombia.

4. Kekuatan Perempuan

farc-4

Sekitar 40 persen dari anggota FARC-EP adalah perempuan. Mereka adalah petarung yang tangguh. Bahkan setelah menderita cedera dalam pertempuran mereka tetap mengabdi dalam FARC-EP.

Sejumlah perempuan telah menjadi komandan atas dasar kapasitas dan kecakapan mereka. Pimpinan FARC-EP berulangkali menyatakan bahwa perempuan masuk ke dalam kekuatan ini di bawah syarat yang sama dengan laki-laki.

Mereka juga menjadi asset penting dalam proses perdamaian dengan pemerintah Kolombia. Mereka memimpin negosiasi-negosiasi resmi dalam beberapa topik mulai dari integrasi politik sampai dengan partisipasi perempuan serta sector-sektor tertindas lain dalam masyarakat.

5. Proses Damai

farc-5

Tahun 2011 FARC-EP dan pemerintah Kolombia setuju untuk memulai pembicaraan damai di Havana, Kuba, untuk mencapai kesepakatan damai termasuk mengenai gencatan senjata dan pelucutan senjata.

FARC-EP dan kelompok-kelompok hak asasi di Kolombia berulangkali mengatakan bahwa perdamaian tidak dapat dicapai apabila pemerintah tidak mengakui keberadaan paramiliter sayap kanan dan mengambil langkah kongkrit untuk melucuti mereka.

Perjanjian damai akhir ditandatangani tanggal 26 September 2016 mencakup persoalan reformasi agraria, partisipasi politik, obat terlarang, hak-hak korban, keadilan transisi dan implementasi.

6. Referendum

farc-6

Tanggal 2 Oktober 2016 pemerintah Kolombia menyelenggarakan referendum untuk meminta persetujuan rakyat Kolombia terkait kesepakatan damai tersebut. Dalam referendum yang hanya diikuti oleh 40% pemilih ini kubu pro-perdamaian kalah tipis dibandingkan yang menentang. Tercatat 50,23% menolak dan 49,76% menerima pakta perdamaian tersebut.

Kubu yang menolak perdamaian dipimpin oleh mantan presiden sayap kanan, Alvaro Uribe, yang mengkapitalisasi sentimen pemilih melaui butir kesepakatan tentang amnesti bagi mantan gerilyawan FARC-EP.

Namun hasil referendum ini bersifat tidak mengikat. Baik pimpinan FARC-EP, Timoleon Jimenez, maupun Presiden Juan Manuel Santos, menyatakan tetap berkomitmen terhadap isi kesepakatan damai.

Dominggus/Telesur#aurel

Al Izhar School Menyebarkan Virus peduli Lingkungan

Djitoe com-Pekanbaru 22/7/2019
Upacara senin pagi selalu dilaksanakan Al Izhar School, upcara diikuti seluruh satuan pendidikan yang ada di Al Izhar School dari PAUD, SDIT,SMPIT, dan SMKIT. Petugas Upacara dilaksanakan oleh SMPIT Al Izhar School. Ustadzah Siti Irmani, S.Pd.I selaku pembina upacara mengatakan Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam maka dari itu kita harus menjaga sumber daya alam kita jangan sekali kali kita rusak dengan sikap kita, sangat penting sekali menjaga lingkungan baik itu dari lingkungan sekolah kita.

Jangan pernah membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik karena sampah plastik tidak bisa terurai butuh puluhan tahun menunggu terurai, ia mengajak seluruh siswa bergaya ramah lingkungan yaitu membawa tumbler, tidak memakai sedotan plastik, tidak membawa kantong kresek plastik sehingga dimulai dari sekolah sampai nanti bisa diterapkan di masyarakat tempat tinggal masing-masing, himbaunya. Pembina Yayasan Daar En Niswah Dra. Hj. Rosnaniar, M.Si m

gerakan yang di adakan oleh Al Izhar School ia berharap Al Izhar School bisa ambil peran terhadap merubah pola pikir masyarakat terkait masalah sampah yang ada. Al Izhar School mempunyai banyak kader sehingga nanti bisa menyebarkan virus peduli lingkungan ditengah masyarakat. (red-tria/Aurel)

Pengetahuan Rakyat adalah Kekayaan Bangsa

Djitoe

bangsa yang tak ternilai. Kata-kata ini sangat membekas di benak Mauricio Funes, Presiden El Salvador saat ini. Karena itulah, begitu terpilih sebagai Presiden pada pemilu 2009, presiden berhaluan kiri ini segera membuat gebrakan untuk memajukan pengetahuan rakyatnya.

Salah satu bentuk gebrakan itu adalah Program Literasi Nasional (NLP). Program ini langsung oleh Wakil Presiden El Salvador, Sanchez Caren, yang punya segudang pengalaman sebagai Menteri Pendidikan. Rencananya, rakyat El Salvador akan bebas dari buta-huruf pada tahun 2021.

Di El Salvador, ada 689.500 orang—dari total 6 juta penduduk negeri ini–berusia 15 tahun ke atas  yang tidak bisa membaca dan menulis. Sebagian besar diantara mereka adalah kaum perempuan. Begitu program ini diluncurkan pada tahun 2010, sudah 4 kota/kabupaten yang dibebaskan dari buta-huruf. Setidaknya 120 ribu orang telah bergabung dalam program revolusioner ini. Lalu, pada tahun ini, sudah 6 kota yang dibebaskan dari buta-huruf.

“Keaksaraan adalah kekuatan cinta,” kata Sanchez, “karena merupakan bukti persaudaraan dan solidaritas manusia. Selain itu, literasi mendorong pembangunan berkelanjutan…dan membaca akan melahirkan pengetahuan, dan dengan pengetahuan orang punya kesempatan untuk mengubah keadaan.”

Program NLP ini, pada level pertama, mengambil metodologi Kuba untuk mengajar rakyat El Salvador usia 14 tahun ke atas agar bisa membaca dan menulis. Ada dua tahap pada program ini: tahap pertama, peserta diajari memegang dan menggunakan pensil. Dan, pada lima tahun berikutnya, mereka diharapkan sudah bisa menulis, membaca, dan berhitung (matematika dasar). Pada tahap kedua, peserta diasah kemampuannya soal membaca, menulis, dan matematika. Di sini, peserta diharap tidak hanya sudah bisa menandatangani dokumen, namun juga bisa memahami isi dan maksud dokumen yang ditanda-tanganinya.

“Ketika saya memulai, banyak rakyat yang bahkan tidak tahu caranya memegang pensil, dan banyak diantara mereka yang tangannya bergetar,” kata seorang relawan di daerah Cojutepeque. Dan sekarang, sekalipun baru belajar satu bulan setengah, sudah banyak yang bisa menulis dan membaca.

Menjalankan program ini tidaklah gampang. Para sukarelawan harus berjuang keras, terkadang door to door (pintu ke pintu), untuk mengidentifikasi warga yang buta-huruf dan mengajak mereka bergabung dalam program. Para sukarelawan juga harus berjuang keras mengorganisir lingkaran-lingkaran komunitas pemberantasan buta-huruf. Bahkan, para sukarelawan juga harus berjuang sendiri mengorganisir sukarelawan pengajarnya. Pekerjaan yang tidak gampang, kan?

Terkadang, di daerah yang tak terjangkau transportasi, para sukarelawan harus berjalan berkilo-kilo meter untuk menjangkau rakyat yang masih buta-huruf. Kadang pula mereka harus berjuang di bawah kondisi cuaca yang buruk. Tapi, semangat membangun bangsa tak membuat semangat mereka patah.

Yang lebih keren lagi, para sukarelawan ini sebagian besar adalah pelajar menengah dan SMU. Mereka telah membuang masa indah keremajaan mereka demi sebuah cita-cita yang lebih besar: memajukan bangsa. Ya, di El Salvador, di negeri yang jarang ditengok dunia, anak-anak usia 9 tahun telah mengabdikan dirinya pada rakyat dan negaranya.

Selain mengajari membaca, menulis, dan matematika, kursus-kursus pemberantasan buta-huruf juga mendiskusikan isu-isu sosial yang dihadapi rakyat, seperti hak-hak kaum buruh, penanggulangan sampah, kesetaraan gender, dan lain-lain.

Selain diselenggarakan di dalam ruangan, terkadang pelajaran juga disiarkan melalui radio-radio komunitas. Harapannya, mereka yang tak punya waktu atau berhalangan tetap bisa mengikuti pelajaran. Wow, benar-benar kerja agung!

Ada juga program yang dirancang khusus untuk sektor tertentu populasi, seperti perempuan yang bekerja di pasar, orang yang dipenjara, dan lain-lain. Alhasil, sudah ada 2644 tahanan yang berpartisipasi dalam program keaksaraan. Juga terbentuk 14 lingkaran untuk melayani orang buta dan 13 untuk orang tuli.

Juliana Alvarenga, seorang partisipan di lingkaran keaksaraan yang diselenggarakan oleh aktivis Front Parabundo Marti untuk Pembebasan Nasional (FMLN), menyatakan terima kasihnya atas program ini. Katanya, dulu ia selalu meminta tolong untuk mengenal bus yang hendak ditumpanginya. Sekarang, ia sudah mengenal bus dan tujuannya, bahkan mengenal dokumen-dokumen yang mesti ditandatanganinya.

Selain program pemberantasan buta huruf, pemerintahan revolusioner El Salvador juga menyediakan seragam sekolah, perlengkapan belajar, dan makanan setiap hari untuk seluruh anak-anak El Salvador. Ini merupakan yang pertama-kalinya terjadi di negeri kecil di Amerika Tengah itu.

Begitulah perjuangan pemerintah El Salvador untuk menciptakan ruang bagi sektor-sektor yang selama ini terpinggirkan, agar mereka punya kesempatan yang sama dan menjadi protogonis dalam membangun bangsa.

Raymond Samuel

#Djitoe

“Wahyu Prasetyo”Direktur Eksekutiv N.G.O Die Jugend Lampung berterima kasih Atas Dukungannya KPP STN dan PRD

Jakarta-Djitoe.com- KPP STN ( Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional ) mendapat kunjungan kerja dari KPK STN Kota Metro dan Lampung Tengah serta N.G.O Die Jugend Lampung di kantor KPP PRD, Jl Tebet Dalam 1 C no 3 Jakarta Selatan,13 / 07 / 2019.

Dalam rapat kerja tersebut menghasilkan beberapa plan program dalam beberapa sektor kerja di antaranya adalah ‘ Koperasi Hijau berbasis  kerakyatan “, ‘ Bumi Hijau ‘  sebagai sebuah implenstansi penghijauan dan pertanian, serta ‘ Revolusi Pertanian Perkotaan ‘  dan beberapa prokja yang lain.

Ahmad Rifai, Ketua KPP STN sangat mendukung sekali program kerja yang telah menjadi skala prioritas kader kader terbaik STN ini.

” Langkah yang dilakukan oleh kawan kawan STN Kota Metro dan Lampung Tengah serta N.G.O Die Jugend Lampung , Sangat Luar Biasa dan ini harus di support total oleh pemerintah  karena hal ini merupakan win win solution atas problematika negara ini.” Tegas aktivis yang intens memperjuangkan hak hak petani di Indonesia.

Menambahkan, Yudha Saputra , Ketua KPK STN Kota Metro  ( Komite Pimpinan Kota Serikat Tani ) menegaskan , Hal ini merupakan sebuah gerakan yang benar benar dilakukan untuk membangun negara ini serta mengembangkan potensi SDA dan SDM yang ada di Lampung khusus nya dan Indonesia Umumnya.

” Kami meminta secara tegas kepada kawan kawan di Pusat untuk bisa saling bersinergi dalam gerakan kerakyatan dan kreativiats untuk membangun Negara ini dan menggali serta mengembangkan potensi SDM dan SDA di titik daerah , yang akan kami mulai di Lampung.” Ujar Aktivis Muda yang dikenal kritis ini.

Disisi lain, Wahyu Prasetyo , Direktur Eksekutiv N.G.O Die Jugend Lampung saat dimintai pendapatnya mengatakan, Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Kawan Kawan dari KPP STN dan PRD atas beberapa program kerja yang dalam waktu dekat akan di mulai gerakan in

” Saya mewakili kawan kawan N.G.O Die Jugend  Lampung sangat berterima kasih kawan gerakan yang ada di Nasional ini juga sangat mendukung program ‘Bumi Hijau’ dan ‘ Kelola Sampah’ yang akan kami fokuskan di STM Gajah Mada Kota Metro sebagai Embrio awal program ini dan terima kasi bersedia untuk turut ikut serta dalam gerakan ini.” Ujar pria yang dikenal familiar  ini.(red/Aurel)