oleh

SP 1 Pemberhentian Perangkat Desa Topejawa, Dinilai Tidak Kuat Karena Tak Lain Merupakan Suatu Peringatan

DJITOE.COM, Takalar, Selain diduga melanggar Aturan Permendagri No. 67 Tahun 2017, Plt Kades Topejawa Anwar juga dinilai memberhentikan perangkat desa yang tidak logis.

Pasalnya, plt kades yang baru menjabat kurang lebih seminggu dan langsung mengeluarkan Surat Peringatan 1, (SP 1) per tanggal 30 Maret 2020 sampai berdampak pemberhentian perangkat Desa, itu masih dinilai belum kuat apalagi belum sampai di SP 3.

Selain SP 1 yang merupakan suatu bentuk tujuan pembinaan, saat ini pun rekomendasi dari kecamatan masih dipertanyakan keberadaannya atas syarat-syarat yang berlaku dalam pemberhentian dan pengangkatan Perangkat Desa.

Seiring itu, agar kiranya dapat mendesak pengadilan tata negara dapat berkoordinasi Ke Ombudsman untuk mengusut tuntas aturan yang telah dilabrak Plt Kades Topejawa.

Sampai berita ini terpublis, Camat Mangarabombang selaku penentu kebijakan belum dimintai keterangannya untuk kejelasan pemberhentian dan pengangkatan Perangkat Desa Topejawa yang diduga menuai polemik.

Pewarta: Rudi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed