oleh

DPRD Respon Terkait Longsor di Metro Barat

-Metro-140 views

Kota Metro, – Terkait terjadinya longsor pada tanggul irigasi dan sungai di Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Dapil Metro Barat dan Metro Selatan, Deswan, respon dengan cepat untuk tinjau langsung kondisi hal tersebut, turut hadir Camat Metro Barat.

H. Ir. Deswan selaku Anggota DPRD Dapil menerangkan bahwa jembatan yang telah runtuh tersebut sangat memiliki pengaruh yang besar.

“Hal ini memang cukup berpengaruh soalnya, tanggul yang ada bisa rusak, mengakibatkan sawahnya juga bisa longsor kalo dibiarin lama-lama. Ini kan daerah persawahan, artinya ini salah satu akses jalan masyarakat sekitar sini, jadi memang cukup penting adanya jembatan,” terangnya, Sabtu (04/01/2020) sore hari.

Ia juga mengungkapkan langkah-langkah yang harus diambil saat ini. Karena mengingat sungai yang ada disitu ialah wewenang Balai Besar Pengairan Provinsi Lampung.

“Pertama, yang harus dikerjakan ialah membongkar jembatan yang sudah patah dan tidak berfungsi itu, sudah lima tahunan itu tak ada perbaikan kabarnya. Karena hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir, dengan mampet nya aliran sungai di situ. Kemudian, segera membangun kembali jembatan penyebrangannya. Tentunya, hal ini juga perlu koordinasi dengan pihak provinsi, karena memang sudah wewenangnya Balai Besar Pengairan Provinsi,” tutur Deswan.

Dirinya menambahkan bila nantinya jembatan yang akan dibangun tidak lebar seperti itu, setidaknya jembatan yang cukup untuk akses orang berjalan kaki.

“Walaupun tidak buat jembatan lebar seperti ini, paling tidak jembatan untuk orang, yang bisa mengantarkan orang dari sini ke sebelah sana, sehingga aliran sungai ini juga menjadi lancar,” lugasnya.

Politisi asal Nasdem itu juga menegaskan, jembatan yang runtuh tersebut agar segera dibersihkan, karena menghambat aliran air hingga mengakibatkan banjir pada daerah hulunya.

“Pastinya, jembatan yang roboh ini segera diangkat, dibersihkan saja. Karena ini menghambat saluran air di sungai, mengakibatkan banjir di daerah hulunya,” tegasnya.

“Artinya ini memang sudah genting sekali, satu sisi akan menggerus jalan tanggul itu dan akan berakibat sampai ke sawah itu, jadi ini cukup penting untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah,” tambah Deswan.

Sementara itu, Camat Metro Barat, Abdul Kadir, menjelaskan sungai tersebut ialah kewenangan Balai Besar Provinsi Lampung. Kemudian, untuk drainase yangengalir ke arah sungai, pihaknya telah mengajukannya sebagai prioritas sejak Tahun 2018.

“Memang kalau kewenangan kali ini kan balai besar, perlu koordinasi untuk sungainya. Namun untuk drainase yang ke sungai, kita upayakan bila memungkinkan, upaya percepatan, pengajuannya memang sudah dari Tahun 2018 kita ajukan jadi prioritas dinas. Karena terus terang saja untuk drainase yang mengalir ke sungai ini perlu kajian teknis yang dalam, karena kalau banjir kan air nya membalik. Lalu kami dari kelurahan dan kecamatan juga tidak mampu menanggulanginya, jika dipaksakan akan jadi sia-sia mubazir, karena kami tidak punya kemampuan teknis. Sedangkan terkait banjir kemarin di rumah-rumah sini ketinggiannya sampai sepinggang, sampai poskeskel juga belah sana itu ketinggiannya perkiraan hingga 20-30 cm,” katanya.

“Kalau koordinasi jelas PU Kota sudah koordinasi dengan provinsi, cuma perencanaannya mungkin tidak secepat yang kita harapkan,” tambah Kadir. (red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed